Minggu, 19 Mei 2019

ETIKA PUBLIC RELATIONS


ETIKA PUBLIC RELATIONS


Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis, yaitu sama halnya dengan berbicara moral. Manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Termasuk didalamnya membahas nilai-nilai atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika (Keraf, 1991 : 23).

Kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santuntata krama dalam pergaulan formal. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan perbuatan dan tidak melakukan sesuatu perbuatan.
Pengertian etiket menurut pendapat ahli yaitu merupakankumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. Pendapat lain berkaitan dengan etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan.
Menurut K. Bertens, dalam buku berjudul Etika, 1994 Penerbit Gramedia Jakarta, selain ada persamaannya, ada empat perbedaan antara etika dan etiket yaitu secara umumnya sebagai berikut:

  • Etika adalah niat. Apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. Etiket adalah menetapkan cara, untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan.
  • Etika adalah nurani (bathiniah). Bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya. Etiket adalah formalitas (lahiriah), tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan.
  • Etika bersifat absolut, artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi, kalau perbuatan baik mendapat pujian dan  yang salah harus mendapat sanksi.
  • Etiket bersifat relatif, yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan daerah tertentu, tetapi belum tentu di daerah lainnya.
  • Etika berlakunya tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir. Etiket hanya berlaku, jika ada orang lain yang hadir, dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku.

Manfaat etika dan etiket dalam PR sebagai landasan dan pedomandalam melakukan pekerjaan, karena pekerjaan PR yang berhubungan dengan tanggung jawab moral
Tugas dan Fungsi PR

Untuk mengkaji tentang fungsi PR sebagaimana diutarakan dari berbagai pendapat para ahli PR adalah sebagai berikut :

Betrand and Canfield
Dalam bukunya “Public Relations Principles and Problems” mengemukakan tiga fungsi PR:
  • It should serve the public’s interest – Mengabdi kepada kepentingan publik
  • Maintain good communication – Memelihara komunikasi yang baik.
  • And stress good morals and manners – Menitikberatkan pada moral dan tingkah laku yang baik. 
Cutlip and Center
Dalam bukunya “Efective Public Relations” tiga fungsi PR:
  • To ascertain and evaluate public opinion as it relates to his organization – Menjamin dan menilai opini publik yang ada dari organisasi.
  • To counsel executives on ways of dealing with public opinion as it exist – memberikan nasihat/penerangan pada manajemen dalam hubungannya dengan opini publik yang ada
  • To use communication to influence public opinion – menggunakan komunikasi dalam rangka mempengaruhi opini publik.
Onong Uchjana Effendy
Dalam bukunya “Hubungan Masyarakat” mengemukakan empat fungsi PR:
  • Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan
  • Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik, baik publik eksternal maupun internal
  • Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dengan menyebarkan informasi dari organisasi kepada publik dan menyalurkan opini publik kepada organisasi
  • Melayani publik dan menasihati pimpinan organisasi demi kepentingan umum.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar