ETIKA PUBLIC RELATIONS
Etika sebagai ilmu yang
menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis, yaitu sama halnya dengan
berbicara moral. Manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh
mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan
pribadi dengan pihak yang lainnya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara
sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Termasuk didalamnya
membahas nilai-nilai atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika (Keraf, 1991
: 23).
Kata etiket adalah berkaitan dengan
nilai sopan santun, tata krama dalam pergaulan
formal. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang
etis. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya
seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan perbuatan dan tidak
melakukan sesuatu perbuatan.
Pengertian etiket menurut
pendapat ahli yaitu merupakankumpulan
tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang
beradab. Pendapat lain berkaitan dengan etiket adalah tata aturan sopan
santun yang disetujui oleh
masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam
bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan.
Menurut K. Bertens, dalam buku
berjudul Etika, 1994
Penerbit Gramedia Jakarta, selain ada persamaannya, ada empat perbedaan
antara etika dan etiket yaitu secara umumnya
sebagai berikut:
- Etika adalah niat. Apakah perbuatan itu
boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk
sebagai akibatnya. Etiket adalah menetapkan cara, untuk melakukan
perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan.
- Etika adalah nurani (bathiniah). Bagaimana
harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran
dirinya. Etiket adalah formalitas (lahiriah), tampak dari sikap luarnya
penuh dengan sopan santun dan kebaikan.
- Etika bersifat absolut, artinya tidak dapat
ditawar-tawar lagi, kalau perbuatan baik mendapat pujian dan yang
salah harus mendapat sanksi.
- Etiket bersifat relatif, yaitu yang dianggap
tidak sopan dalam suatu kebudayaan daerah tertentu, tetapi belum tentu di
daerah lainnya.
- Etika berlakunya tidak tergantung pada ada
atau tidaknya orang lain yang hadir. Etiket hanya berlaku, jika ada orang
lain yang hadir, dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak
berlaku.
Manfaat etika dan etiket dalam PR sebagai landasan dan pedomandalam
melakukan pekerjaan, karena pekerjaan PR yang berhubungan dengan tanggung jawab moral
Tugas
dan Fungsi PR
Untuk mengkaji tentang fungsi
PR sebagaimana diutarakan dari berbagai pendapat para ahli PR adalah
sebagai berikut :
Betrand
and Canfield
Dalam bukunya “Public
Relations Principles and Problems” mengemukakan tiga fungsi PR:
- It should serve the public’s
interest – Mengabdi
kepada kepentingan publik
- Maintain good
communication – Memelihara komunikasi yang baik.
- And stress good morals and manners – Menitikberatkan pada moral dan tingkah laku yang baik.
Cutlip
and Center
Dalam bukunya “Efective Public Relations” tiga
fungsi PR:
- To
ascertain and evaluate public opinion as it relates to his organization
– Menjamin dan
menilai opini publik yang ada dari organisasi.
- To counsel
executives on ways of dealing with public opinion as it exist – memberikan
nasihat/penerangan pada manajemen dalam hubungannya dengan opini publik
yang ada
- To use communication to influence public opinion – menggunakan komunikasi dalam rangka mempengaruhi opini publik.
Onong
Uchjana Effendy
Dalam bukunya “Hubungan Masyarakat” mengemukakan empat fungsi
PR:
- Menunjang
kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan
- Membina
hubungan harmonis antara organisasi dengan publik, baik publik eksternal
maupun internal
- Menciptakan
komunikasi dua arah timbal balik dengan menyebarkan informasi dari
organisasi kepada publik dan menyalurkan opini publik kepada organisasi
- Melayani
publik dan menasihati pimpinan organisasi demi kepentingan umum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar