Minggu, 19 Mei 2019

Seminar “TALKSHOW KOMUNIKASI”

SEMINAR “TALKSHOW KOMUNIKASI”
Peran Literasi Dalam Mengembangkan Pariwisata Disumatera Selatan


Saya dan teman-teman saya diberikan tugas oleh Dosen sekaligus Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Sumarni Bayu Anita, S,Sos., MA untuk membuat suatu seminar, Kami disini sebagai mahasiswa ilmu komunikasi diharuskan belajar untuk bisa untuk membuat atau melenggarakan suatu seminar. Banyak pelajaran dan ilmu yang saya dapat dari proses untuk melenggarakan suatu seminar. Disini kami
berkelompok untuk bagi tugas mulai dari pembutan prospoal,  mencari suatu sponsor yang akan  yang bisa dapat bekerja sama dalam seminar yang kami akan buat dan juga menggunjugi tempat yang akan kami pakai untuk seminar, saya dan teman-teman saya menguras suatu ide atau pemikiran konsep yang akan dibuat dalam seminar tersebut.
Kami sangat senang sekali mendapatkan tawaran oleh Dosen sekaligus Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Sumarni Bayu Anita, S,Sos., MA untuk coleb atau bekerja sama dengan Genpi Sumsel dalam acara seminar kami. Dosen kami juga sangat aktif dalam bersosialisasi dan beliau juga adalah Ketua Genpi itu sendiri terkhusus di Sumatera Selatan. Tujuan untuk bercoleb tersebuat yaitu Merayakan ultah Genpi dan meresmikan Wesite Genpi.

Acara seminar ini juga kami mendatangkan Narasumber yang telah ahli dalam budangnya :

          1.       Sumarni Bayu Anita, S,Sos., MA (Ketua Genpi Sumsel)
          2.       Evan Ipunk Saputra (Rumah Belajar Ceria Pengiat Literasi)
          3.       Karan Havinas (Mahasiswa Stisipol Candradimuka)

Acara pun sangat meriah sesuai harapan kami dengan peserta yang berdatangan sangat ramai. Bukan hanya peserta dari mahasiswa yang berdatangan ada juga dari anggota genpi sumsel itu sendiri.
Dengan diujungnya acara Genpi Sumsel pun melakukan pemotongan tumpeng untuk simbolis Genpi Sumsel telah berdiri 2 tahun, saya sendiripun adalah salah satu anggota Genpi itu sendiri saya merasa bangga dengan berdirinya genpi dikalangan masyarakat terkhusus di daerah Palembang dengan kedepan genpi dapat terus berkontribusi untuk mengenalkan segala aspek pariwisata di  sumatera selatan.

CAFIFAST


CAFIFAST


Kali pertamanya bertepat tanggal 30 April 2019 STISIPOL CANDRADIMUKA mengadakan agenda Caficast (Festival Film Pendek Se Sumatera selatan) dengan mengadakan agenda ini kami sebagai mahasiswa yang aktif dikampus tak hanya diam kami diberi tugas oleh ketua jurusan ilmu komunikasi ibu Sumarni Bayu Anita, S.Sos., MA untuk membuat suatu film yang terdiri dari GENRE Action, Drama, Komedi dan legend akan dilombakan diacara CAFIFEST banyak ilmu yang kami dapat dari membuat film pendek mulai dari ber Acting, Shutting ataupun menjadi Sutradara.
Tak hanya itu, Saya juga ditunjung oleh UKM atau Organisasi HIMAKOM yang ada dikampus untuk menjadi Panitia Pelaksana pada bagian Dokumentasi. Saya sangat bangga sekali untuk ikut sarta dalam kepanitian. ini adalah pengalaman yang sangat berharga dalam diri saya sendiri dimana kami untuk menyusun suatu acara ini dalam waktu 2 bulan dengan segala aspek kemampuan yang dimiliki oleh panitia lain kami berharap acara yang dibuat akan meriah dan sukses.
Pada hari H acara kami semua panitia dalam acara tersebut berkerja semaksimal mungkin agar semua peserta dalam acara tersebut bisa merasakan ilmu dan manfaat dari SEMINAR CAFIFAST. Dalam acara ini kami panitia mendatangkan narasumber yang telah ahli dalam bidangnya :

1.       Rifqi Mardhani (Pengurus di layar taman)
2.       Dilmai Putra (Dosen Stisipol Candradimuka)
3.       Dr.Yuyung Abdi (Dosen S2 Stisipol Candradimuka)

Bukan hanya itu saja, meraka bertiga dipandu oleh Moderator sekaligus Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka Sumarni Bayu Anita,S.Sos, M.A



Setalah acara seminar salesai, pada saat malam hari dilanjutkan acara screening atau pemutaran film pendek peserta yang dilombakan. Begitu banyak Film pendek yang sangat bagus dari kreatifitas peserta dan diujung acara ini yang paling ditungu-tunggu oleh perserta pengumuman pemenang Film Pendek Se Sumatera Selatan.

ETIKA PUBLIC RELATIONS


ETIKA PUBLIC RELATIONS


Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis, yaitu sama halnya dengan berbicara moral. Manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Termasuk didalamnya membahas nilai-nilai atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika (Keraf, 1991 : 23).

Kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santuntata krama dalam pergaulan formal. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan perbuatan dan tidak melakukan sesuatu perbuatan.
Pengertian etiket menurut pendapat ahli yaitu merupakankumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. Pendapat lain berkaitan dengan etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan.
Menurut K. Bertens, dalam buku berjudul Etika, 1994 Penerbit Gramedia Jakarta, selain ada persamaannya, ada empat perbedaan antara etika dan etiket yaitu secara umumnya sebagai berikut:

  • Etika adalah niat. Apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. Etiket adalah menetapkan cara, untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan.
  • Etika adalah nurani (bathiniah). Bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya. Etiket adalah formalitas (lahiriah), tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan.
  • Etika bersifat absolut, artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi, kalau perbuatan baik mendapat pujian dan  yang salah harus mendapat sanksi.
  • Etiket bersifat relatif, yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan daerah tertentu, tetapi belum tentu di daerah lainnya.
  • Etika berlakunya tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir. Etiket hanya berlaku, jika ada orang lain yang hadir, dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku.

Manfaat etika dan etiket dalam PR sebagai landasan dan pedomandalam melakukan pekerjaan, karena pekerjaan PR yang berhubungan dengan tanggung jawab moral
Tugas dan Fungsi PR

Untuk mengkaji tentang fungsi PR sebagaimana diutarakan dari berbagai pendapat para ahli PR adalah sebagai berikut :

Betrand and Canfield
Dalam bukunya “Public Relations Principles and Problems” mengemukakan tiga fungsi PR:
  • It should serve the public’s interest – Mengabdi kepada kepentingan publik
  • Maintain good communication – Memelihara komunikasi yang baik.
  • And stress good morals and manners – Menitikberatkan pada moral dan tingkah laku yang baik. 
Cutlip and Center
Dalam bukunya “Efective Public Relations” tiga fungsi PR:
  • To ascertain and evaluate public opinion as it relates to his organization – Menjamin dan menilai opini publik yang ada dari organisasi.
  • To counsel executives on ways of dealing with public opinion as it exist – memberikan nasihat/penerangan pada manajemen dalam hubungannya dengan opini publik yang ada
  • To use communication to influence public opinion – menggunakan komunikasi dalam rangka mempengaruhi opini publik.
Onong Uchjana Effendy
Dalam bukunya “Hubungan Masyarakat” mengemukakan empat fungsi PR:
  • Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan
  • Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik, baik publik eksternal maupun internal
  • Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dengan menyebarkan informasi dari organisasi kepada publik dan menyalurkan opini publik kepada organisasi
  • Melayani publik dan menasihati pimpinan organisasi demi kepentingan umum.



COMMUNITY RELATIONS


COMMUNITY RELATIONS


Community relations adalah upaya membina hubungan harmonis antara perusahaan/organisasi dengan komunitas masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan saling pengertian. Community Relations pada dasarnya adalah kegiatan public relations, maka langkah-langkah dalam proses public relations pun mewarnai langkah-langkah dalam community relations. Mengingat community relations berhadapan langsung dengan persoalan – persoalan sosial yang nyata dihadapi komunitas sekitar organisasi melalui pendekatan community relations, organisasi bersama-sama dengan komunitas sekitarnya berusaha untuk mengidentifikasi, mencari solusi dan melaksanakan rencana tindakan atas permasalahan yang dihadapi. Dalam hal ini fokusnya adalah permasalahan yang dihadapi komunitas. Bukan permasalahan yang dihadapi organisasi. Namun dampak dari penyelesaian permasalahan yang dihadapi komunitas itu akan dirasakan juga oleh organisasi, mengingat program-program community relations pada dasaranya dikembangkan untuk kepentingan bersama organisasi dan komunitas.

Unsur-unsur Community Relations

·        - Kesejahteraan komersial
·        - Dukungan agama
·        - Lapangan kerja
·        - Fasilitas pendidikan yang memadai
·        - Hukum, ketertiban dan
·        - Keamanan
·        - Pertumbuhan penduduk
·        - Perumahan beserta kebutuhannya yang sesuai
·       -  Perhatian terhadap keselamatan umum dan penanganan kesehatan yang progresif
·       -  Kesempatan bereaksi dan berkebudayaan yang bervariasi

Manfaat Community Relations

Komunitas pada organisasi

    – Reputasi dan citra organisasi yang lebih baik
    – Memanfaatkan pengetahuan dan tenaga kerja lokal
    – Menarik tenaga kerja, pemasok, pemberi jasa dan mungkin pelanggan lokal yang bermutu.
       Organisasi pada Komunitas
   –  Peluang penciptaan kesempatan kerja, pengalaman kerja dan pelatihan
   –  Pendanaan investasi komunitas dan pengembangan infrastuktur

MEDIA RELATIONS


MEDIA RELATIONS


Posting kali ini saya akan membahas tentang pengertian, penjelasan, kiat-kiat, dan juga tujuan media relations dari beberapa buku yang berkaitan dengan public relations dan media relations.

Media relations adalah aktivitas komunikasi public relations/humas untuk menjalin pengertian dan hubungan baik dengan media massa dalam rangka pencapaian publikasi organisasi yang maksimal serta berimbang. (Wardhani, 2008:9)

Mengelola relasi yang baik dengan media menjadi sangat penting untuk menunjang kegiatan PR. Bahkan dibanyak organisasi, ukuran keberhasilan kegiatan PR seringkali didasarkan pada jumlah pemberitaan yang disiarkan media massa. (Iriantara, 2005:80)

Menarik menyimak pernyataan mantan PRO Universitas Winconsin-River Fall, Barbara Averill (1997), “media relations hanyalah salah satu bagian dari public relations, namun ini bisa menjadi perangkat yang sangat penting dan efisien. Begitu kita bisa menyusun pesan yang bukan saja diterima tetapi juga dipandang penting oleh media lokal, maka kita sudah membuat langkah besar menuju keberhasilan program”. (Iriantara, 2005:28)

Reputasi perusahaan atau organisasi sedikit banyak bergantung pada seberapa baik hubungan yang terjalin antara perusahaan atau organisasi dan insan pers. Peluncuran produk baru maupun informasi penting yang berkenaan dengan kebijakan sangat memerlukan peran media massa. Melalui pemberitaan media massa tersebut diharapkan agar publik dapat menerima serta memahami setiap langkah yang diambil oleh perusahaan atau organisasi. Media massa membutukan berita, sedangkan perusahaan atau organisasi memerlukan sarana untuk menyampaikan informasi. Sebuah hubungan yang saling memiliki kebergantungan satu dengan lain. Sebuah hubungan yang sederhana, namun jika tidak tepat dalam mengelola akan memberikan akibat yang buruk. Hubungan dengan media yang buruk akan menyulitkan disaat perusahaan tengah berada dalam situasi krisis. (Fariani dan Aryanto, 2009: 41)

Media massa atau pers itu mempunyai kekuatan yang dahsyat. Sampai-sampai Napoleon Bonaparte pernah mengatakan “jika media dibiarkan saja, saya tidak akan bisa berkuasa lebih dari tiga bulan” ini membuktikan bahwa media mempunyai kekuatan yang besar. (Nurudin, 2008:51)

Media memiliki kekuatan untuk membentuk pendapat umum atau yang biasa disebut opini publik. Menurut Leonard W.Doob, dalam Sunarjo, 1984, pengertian opini publik adalah sikap orang-orang mengenai sesuatu soal, dimana mereka merupakan anggota dari sebuah masyarakat yang sama. Definisi ini menyebutkan bahwa opini publik itu berhubungan erat dengan sikap manusia yaitu sikap secara pribadi maupun sebagai anggota kelompok. Doob lebih jauh mengungkapkan bahwa yang membentuk opini publik adalah sikap pribadi seseorang ataupun sikap kelompoknya,karena sikap ditentukan oleh pengalamannya, yaitu pengalaman dari dan dalam kelompok itu pula. (Adrianto dan Soemirat,2002: 103-104)

Lesly (1991:7) menjelaskan definsi media relations sebagai hubungan dengan media komunikasi untuk melakukan publisitas atau merespon  kepentingan media terhadap organisasi. Yosal Iriantara dalam bukunya Media Relations menyimpulkan bahwa media relations merupakan bagian dari PR eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dan publiknya untuk tujuan organisasi. (Iriantara, 2005:32)

Ada lima prinsip dasar yang menjadi pedoman praktisi public relations atau humas dalam berhubungan dengan media massa yakni :
1.       Memperhatikan tenggat waktu (deadline) media massa.
2.       Jengan pernah berbicara bohong, bicara benar atau diam.
3.       Mengembangkan kedekatan dan hubungan akrab dengan media.
4.       Menjadi nara sumber yang berharga.
5.       Jangan membuka pertengkaran yang tak perlu. (Iriantara, 2005:92)

Frank Jefkins pernah memberikan kiat agar hubungan pers atau media bisa terbina secara baik, antara lain sebagai berikut.
1.       Servicing the media (memahami dan melayani media). Seperti dengan memberikan yang dibutuhkan media, informasi yang disenangi media dan lain-lain.
2.       Establishing a reputations for realibility (membangun reputasi sebagai orang yang dapat dipercaya). Para praktisi humas sudah sepantasnya senantiasa  siap menyediakan atau memasok materi-materi yang akurat, lengkap, dan terpercaya dimana saja dan kapan saja dibutuhkan.
3.       Supplying good copy (menyediakan salinan yang baik). Salinan ini tidak hanya berupa data-data yang tercetak dalam kertas, tetapi juga rekaman foto, kaset dan video yang berguna bagi wartawan. Keahlian dalam mengoprasionalkan peralatan tersebut akan mendukung kegiatan humas.
4.       Coorperation in providing material  (bekerja sama dalam penyediaan materi). Karena kerja praktisi humas sangat berkaitan erat dengan wartawan, maka dua pihak itu harus bekerja sama dengan baik.
5.       Providing verivications facilities (menyediakan fasilitas verifikasi). Jika para wartawan tersebut masih sangsi dengan materi yang diberi praktisi humas, praktisi humas harus siap untuk menerima wartawan yang ingin mengadakan cek ulang materi.
6.       Building personal relationship with media (membangun hubungan personal yang kokoh). Kejujuran, keterbukaan serta saling pengertian antara humas dan wartawan sudah selayaknya dilakukan. (Nurudin, 2008:46-49)



Tujuan media relations bagi organisasi, yaitu :
1.   Untuk memperoleh publisitas seluas mungkin mengenai kegiatan serta langkah lembaga/organisasi yang baik untuk diketahui umum.
2.  Untuk memperoleh tempat dalam pemberitaan media (liputan, laporan, ulasan tajuk yang wajar, obyektif dan seimbang) mengenai hal-hal yang menguntukan lembaga/organisasi.
3.  Untuk memperoleh umpan balik dari masyarakat mengenai upaya dan kegiatan lembaga/organisasi.
4.       Untuk melengkapi data/informasi bagi pimpinan lembaga organisasi bagi keperluan pembuatan penilaian (assesment) secara tepat mengenai situasi atau permasalahan yang mempengaruhi keberhasilan lembaga/perusahaan.
5.       Mewujudkan hubungan yang stabil dan berkelanjutan yang dilandasi oleh rasa saling percaya dan menghormati. (Rachmadi, 1882:56) (Wardhani, 2008:13)

GOVERNMENT RELATIONS

GOVERNMENT RELATIONS
Government Relations (GR) adalah suatu hubungan perusahaan dengan pemerintah pemerintah, yang erat hubungannya dengan lembaga legislatif, peraturan pemerintah dimana dalam hal ini, PR memerlukan keahliah khusus untuk mencapai hasil positif yang dapat di terima oleh publik melalui perencanaan pemerintahan. GR dapat bergerak dalam bidang-bidang seperti alokasi, kesehatan, pertahanan, energi, lingkungan, jasa keuangan, keamanan dalam negeri, kebijakan pajak, telekomunikasi dan transportasi.
Praktisi PR dalam hal ini bertugas untuk menjadi konsultan/memecahkan/menasihati pemerintahan dalam masalah-masalah tertentu :
GR, mendukung klien sebelum mengambil keputusan utama dalam pemerintahan sehari-hari. Advokasi yang efektif sering kali memerlukan kerja yang simultan yang menyangkut 2 strategi utama :
Offense – dalam hal ini, PR bertugas untuk ”move the desimal point” dimana PR harus membagi bagian fraksional dari suatu kegiatan pemerintah. Ini mungkin melibatkan penyusutan jadwal yang lebih pendek dalam kode pajak atau memperluas definisi untuk menyertakan teknologi baru yang akan memenuhi syarat untuk dana pemerintah.
Deffense – Bekerja dengan koalisi di sektor swasta dan pejabat pemerintah untuk memblokir peraturan pemerintah dari yang berdampak negatif neraca korporasi. Hal ini mungkin termasuk ketentuan-ketentuan dalam kesehatan, reformasi peraturan atau undang-undang iklim yang mempunyai efek negatif atau yang tidak seimbang pada korporasi.
Government relations memiliki tugas:
a. Menggali data dari pemerintah
b. Monitoring & interpretasi langkah-langkah pemerintah
c. Menyampaikan feed back dari perusahaan atas berbagai kebijakan pemerintah
d. Membangun posisi
e. Mendukung pemasaran
Government relations memiliki posisi yang penting bagi perusahaan, arti penting government relation adalah menciptakan keselarasan antara berbagai kebijakan pemerintah dengan perusahaan (investasi, kerja sama dagang, pajak dll, memberikan jaminan perlindungan disaat krisis dan mempercepat proses birokrasi atas berbagai kepentingan perusahaan
Hubungan dengan pemerintah tidak dapat dilepaskan dari kegiatan lobbi dan negoisasi dengan pemerintah. Lobby merupakan kegiatan yang dilakukan secara informal untuk mendekati pemerintah sedangkan negoisasi merupakan kegiatan perundingan. Dalam berhubungan dengan pemerintah perlu mengadakan dua pendekatan yaitu secara resmi maupun tidak resmi.Lobby-lobby dalam government relation dalam dilakukan dalam bentuk:
a. Lobby langsung (konvensional)
Contoh : Mengadakan Pertemuan Langsung dengan pemerintah
b. Grass Roots Lobbying
Artinya melibatkan masyarakat atau massa untuk melakukan proses lobbying
Contoh : Memberikan argumen atau pengertian kepadapemerintah bahwa perusahaan ini memiliki hubungan atau kepentingan dengan public/masyarakat
c. Political Action Committees (PACs)
Artinya Melibatkan Masyarakat atau Massa namun dengan konsep yang formal dan adanyakemungkinan unsur politik.

INTERNAL PUBLIK RELATIONS


INTERNAL PUBLIK RELATIONS



A.      Internal Publik Relations


Sudah tentu suasana di dalam badan atau perusahaan itu sendiri yang menjadi target internal public relation, terutama suasana di antara para pegawainya yang mempunyai hubungan langsung dengan perkembangan perusahaannya.
Kegiatan public relations ke dalam perusahaan (organisasi/lembaga) ini diperlukan untuk memupuk adanya suasana yang menyenangkan di antara para pegawainya, komunikasi antara bawahan dan pimpinan/atasan terjalin dengan akrab dan tidak kaku, serta masing-masing meyakini rasa tanggung jawab akan kewajibannya terhadap perusahaan (organisasi/lembaga).
Keserasian hubungan di antara para pegawai, baik vertical maupun horizontal diharapkan akan memperkuat team kerja dalam perusahaan itu, baik kuantitatif maupun kualitatif. Tidak saja terbatas pada para pegawainya yang langsung berada di dalam perusahaan, keluarganyapun mempunyai andil yang besar dalam memupuk hubungan baik ini.

Untuk dapat menciptakan keadaan itu semua, kiranya bisa diusahakan adanya :
1.          Pengumuman-pengumuman.

2.          Buku Pegangan Pegawai.

3.          Personal calls.

4.          Pertemuan-pertemuan berkala.

5.          Kotak Suara.

6.          Laporan kepada pemegang saham.

7.          Hiburan dan darmawisata.

8.          Olah raga.

9.          Study tour dan training.

10.      Hadiah-hadiah dan penghargaan.

11.      Klinik dan rumah Obat

12.      Tempat-tempat ibadah.

13.      Tempat-tempat Pendidikan

 Public intern sebagai sasaraAn humas (Public Relations) terdiri atas orang-orang yang bergiat di dalam organisasi (Perusahaan, instansi, lembaga, badan dan sebagainya) dan yang secara fungsional mempunyai tugas dan pekerjaan serta hak dan kewajiban tertentu. Sebagai public intern mereka terdiri atas kelompok-kelompok tertentu yang tidak selalu sama jenisnya. Dalam bentuk organisasi perusahaan, misalnya, public internnya meliputi public karyawan dan public pemegang saham; di perguruan tinggi public internnya meliputi karyawan, dosen, mahasiswa, dan dewan penyantun. Tetapi apapun jenis organisasinya, salah satu public internnya adalah karyawan. Sebab merekalah yang menggerakkan atau menghidupkan organisasi.

B.     Aktivitas Internal Public Relation
Kegiatan Internal Public Relationsmerupakan kegiatan yang ditujukan untuk publik internal organisasi/perusahaan. Publik internal adalah keseluruhan elemen yang berpengaruh secara langsung dalam keberhasilan perusahaan, seperti  karyawan, manajer, supervisor, pemegang saham, dewan direksi perusahaan dan sebagainya.
Melalui kegiatan Internal Public Relationsdiharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kepentingan publik internal dari organisasi/perusahaan. Dengan hubungan yang harmonis antara pihak-pihak yang terkait dalam perusahaan maka akan tercipta iklim kerja yang baik. Dengan begitu kegiatan operasional perusahaan akan berjalan dengan lancar.
Kegiatan hubungan internal yang dilakukan oleh seorang Public Relations Officers, yaitu:
a.      Hubungan dengan karyawan (employee relations)
Seorang PR harus mampu berkomunikasi dengan segala lapisan karyawan baik secara formal maupun informal untuk mengetahui kritik dan saran mereka sehingga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan dalam organisasi/perusahaan. Seorang PR harus mampu menjembatani komunikasi antara pimpinan dan karyawan. Karena dengan diadakan program employee relationsdiharapkan akan menimbulkan hasil yang positif yaitu karyawan merasa dihargai dan diperhatikan oleh pimpinan perusahaan. Sehingga dapat menciptakan rasa memilki (sense of belonging), motivasi, kreativitas dan ingin mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin.
b.      Hubungan dengan pemegang saham(stockholder relations)
Seorang PR juga harus mampu membina hubungan yang baik dengan pemegang saham, serta mampu mengkomunikasikan apa yang terjadi dalam organisasi/perusahaan. Karena sebagai penyandang dana, mereka harus selalu tahu perkembangan perusahaan secara transparan agar dapat meningkatkan kepercayaan mereka terhadap perusahaan. Dengan demikian akan menghilangkan kesalahpahaman dan kecurigaan terhadap perusahaan. Peranan Public Relations (PR) dalam suatu perusahaan diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan internal yang berhubungan dengan pengembangan perusahaan. Kegiatan tersebut sangat bermanfaat baik bagi perusahaan dan publik internal perusahaan. Kegiatan internal yang diadakan dapat memberikan dampak yang positif bagi karyawan, karena kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan motivasi karyawan dan meningkatkan kepercayaan karyawan terhadap perusahaan

RISET PR


RISET PR 


Peran seorang Public Relations (PR) saat ini sangat penting dalam sebuah institusi atau perusahaan. Public relations dalam perusahaan merupakan ujung tombak sehingga perannya menjadi sangat penting dan strategis. Selain untuk menciptakan citra positif bagi sebuah institusi atau perusahaan, peran PR juga dilibatkan dalam  banyak hal seperti pembuatan strategi maupun program-program menarik untuk mampu bersaing dan tetap eksis baik dalam sebuah lembaga yang berorientasi profit maupun pelayanan pada masyarakat atau nonprofit.Sesuai dengan pengertian public relations menurut Dr. Rex Harlow yakni PR adalah fungsi manajemen yang khas dan mendukung pembinaan, peneliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya, menyangkut aktivitas komunikasi, pengertian, penerimaan dan kerja sama, melibatkan manajemen dalam menghadapi persoalan/permasalahan, mambantu manajemen untuk mampu menghadapi opini publik, mendukung manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, bertindak sebagai peringatan dini dalam mengantisipasi kecenderungan penggunaan penelitian serta teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama.untuk itu peran PR sangat penting dalam sebuah perusahaan.

Berdasarkan pengertian PR di atas, dalam melaksanakan fungsi-fungsi tersebut dalam sebuah perusahaan sangat penting bagi seorang PR menggunakan penelitian atau riset untuk mendukung fungsi atau tugas yang ada. riset merupakan bagian integral dari perencanaan, pengembangan program, dan proses evaluasi. Penelitian atau riset dalam PR bertujuan untuk memperoleh data-data akurat sesuai fakta dilapangan. PR dalam menjalankan fungsinya tidak hanya berdasar apa yang dikehendaki saja, namun harus sesuai dengan data-data yang akurat dengan tujuan agar PR mampu membuat keputusan-keputusan kebijakan dan merencanakan strategi untuk program komunikasi yang efektif seshingga mampu mencapai tujuan perusahaan.

Riset merupakan pengumpulan data, fakta, informasi secara sistematis dalam upaya mengembangkan pengertian. Riset merupakanbagian integral dsari perencanaan, pengembangan program, dan proses evaluasi. Peran penelitian adalah sebagai kontrol, objektif, dan pengumpulan informasi secara sistematisuntuk mengembangakan tujuan dan saling pengertian. Cutlip dan center menyatakan empat upaya pemecahan persoalan kerja dan penelitian dalam PR.

1.        Defining Problem. Penelitian menjadi hal yang krusial karena mampu memberikan infoermasiawal yang dibutuhkan untuk melaksanakan aksi PR dan memainkan peran pentingdalam mengevaluasi program.
2.        Planning dan programing. Ketika praktisi PR telah berhasil mendefinisikan masalah melalui serangkaian penelitian dan analisis maka langkash selanjutnya adalah merencanakan strategi  dan program dalam upaya menyelesaikan masalah.
3.        Taking action and communicating. Merupakan perencanaan strategis yang telah disiapkan dan disetujui, implementasi program aksi dan komunikasi yang dirancang untuk sasaran spesifik bagi masing-msing publik dilakukan untuk mencapai tujuan program.
4.        Evaluating the program merupakan lamgkah terakhir  yang meliputi penilaian persiapan, implementasi dan hasil pelaksanaan program.


10 manfaat menggunakan  Riset untuk PR.
1.       Mencapai kredibilitas dengan manajemen
2.       Menetapkan audiens dan segmen publik
3.       Mencegah krisis
4.       Merumuskan strategi
5.       Pesan/copy writing
6.       Membantu manajemen keep in touch
7.       Pengaruh opini publik
8.       Menghasilakan publisitas
9.       Mengukur kesuksesan
Berikut beberapa teknik untuk melakukan riset
1.       Material organisasi
2.       Metodoe kepustakaan
3.       Sumber daya online
4.       Jaringan online
5.       Internet dan word wide web
6.       Analisis isi
7.       Wawancara
8.       Pemusatan kelompok
9.       Uji coba efektifitas pesan/copy testing
10.   Samplin ilmiah
11.   Prosedur sampling secara acak
12.   Ukuran sampel