Cara Kreatif Belajar Belajar Sinematografi #rumahaja ditengah Pandemik Covid-19
Dengan marak Virus Covid-19 semua aktivitas pun hanya boleh dilakukan dirumah saja bahkan perkuliahan sampai waktu yang akan ditentukan. perkulihan pun digantikan menajdi online dengan ada nya pembelajaran secara online. banyak hal yang dilakukan kegitan dirumah walaupun jenuh dan bosan tidak mematahkan semangat untuk tetap belajar. menacari ilmu pengetahuan lewat internet dan belajar sinematografi.
Sinematografi (dari bahasa Yunani: 'kinema - κίνημα' "gerakan" dan graphein - γράφειν "merekam") adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memililki kemampuan menyampaikan ide dan cerita.
Disini Seorang Sinematografer adalah orang yang bertanggung jawab semua aspek Visual dalam pembuatan sebuah film. Mencakup interpretasi visual pada skenario, pemilihan jenis Kamera, jenis bahan baku yang akan dipakai, pemilihan lensa, pemilihan jenis filter yang akan dipakai di depan lensa atau di depan lampu, pemilihan lampu dan jenis lampu yang sesuai dengan konsep sutradara dan cerita dalam skenario. Seorang sinematografer juga memutuskan gerak kamera, membuat konsep visual, membuat floorplan untuk efisiensi pengambilan gambar. Artinya seorang sinematografer adalah orang yang bertanggung jawab baik secara teknis maupun nonteknis di semua aspek visual dalam film.
Sinematografer harus mendukung visi dari sutradara dan skenario, karena bagaimana pun yang akan disampaikan ke pada penonton adalah semua informasi dalam bentuk visual yang sesuai dengan visi sutradara dan visi skenario walaupun di beberapa kasus, sutradara bisa mengubah jalan cerita dalam skenario demi keindahan bercerita yang sudah merupakan gaya sutradara tersebut.
Sinematografer adalah juga kepala bagian departemen kamera, departemen pencahayaan dan Grip Departement untuk itulah Sinematogrefer sering juga disebut sebagai Director of Photography atau disingkat menjadi DoP.
Dari analisis saya film ini dilihat dari bentuk cerita nya sangatlah berkesinambung dari chapter - chapter sebelum nya bukan hanya itu saja dari penambahan backsound dan cerita ditambahan dengan adegan action yang membuat penonton untuk mejadi fokus untuk mangamati film tersebut. kenapa penonton haruslah benar-benar mencermati film ini, karena ketika fokus kita teralihkan akan mejadikan kurang nya untuk membagi film tersebut.
Saya pun disini belajar sinematografi dengan cara menonton film favoritkan saya yang berjudul JOHN WICK CHAPTER dengan Genre Action.
Sinematografi (dari bahasa Yunani: 'kinema - κίνημα' "gerakan" dan graphein - γράφειν "merekam") adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memililki kemampuan menyampaikan ide dan cerita.
Disini Seorang Sinematografer adalah orang yang bertanggung jawab semua aspek Visual dalam pembuatan sebuah film. Mencakup interpretasi visual pada skenario, pemilihan jenis Kamera, jenis bahan baku yang akan dipakai, pemilihan lensa, pemilihan jenis filter yang akan dipakai di depan lensa atau di depan lampu, pemilihan lampu dan jenis lampu yang sesuai dengan konsep sutradara dan cerita dalam skenario. Seorang sinematografer juga memutuskan gerak kamera, membuat konsep visual, membuat floorplan untuk efisiensi pengambilan gambar. Artinya seorang sinematografer adalah orang yang bertanggung jawab baik secara teknis maupun nonteknis di semua aspek visual dalam film.
Sinematografer harus mendukung visi dari sutradara dan skenario, karena bagaimana pun yang akan disampaikan ke pada penonton adalah semua informasi dalam bentuk visual yang sesuai dengan visi sutradara dan visi skenario walaupun di beberapa kasus, sutradara bisa mengubah jalan cerita dalam skenario demi keindahan bercerita yang sudah merupakan gaya sutradara tersebut.
Sinematografer adalah juga kepala bagian departemen kamera, departemen pencahayaan dan Grip Departement untuk itulah Sinematogrefer sering juga disebut sebagai Director of Photography atau disingkat menjadi DoP.
Dari analisis saya film ini dilihat dari bentuk cerita nya sangatlah berkesinambung dari chapter - chapter sebelum nya bukan hanya itu saja dari penambahan backsound dan cerita ditambahan dengan adegan action yang membuat penonton untuk mejadi fokus untuk mangamati film tersebut. kenapa penonton haruslah benar-benar mencermati film ini, karena ketika fokus kita teralihkan akan mejadikan kurang nya untuk membagi film tersebut.
Saya pun disini belajar sinematografi dengan cara menonton film favoritkan saya yang berjudul JOHN WICK CHAPTER dengan Genre Action.
Film aksi laga thriller Amerika Serikat tahun 2017 yang disutradarai oleh Chad Stahelski dan diproduseri oleh Basil Iwanyk dan Erica Lee. Naskah film ini ditulis oleh Derek Kolstad berdasarkan karakter John Wick karya Derek Kolstad. Film ini dibintangi oleh Keanu Reeves, Common, Laurence Fishburne, Riccardo Scamarcio, Ruby Rose, John Leguizamo dan lan McShane.
Film John Wick: Chapter 2 merupakan film kolaborasi keempat Keanu Reeves dan Laurence Fishburne setelah tiga film The Matrixdan merupakan sekuel dari film John Wick. Film ini ditayangkan secara perdana di Arclight Hollywood pada tanggal 30 Januari 2017 dan dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 10 Februari 2017. Film ini mendapatkan review positif dari para kritikus.
Dalam film ini adegan berkelahi dari penggunaan Kecepatan Gerak Gambar atau disebut slow motion atau fast motion teknik yang digunakan oleh seorang sinematografi dalam pengambilan kecepatan gerak gambar ini tidak lah mudah perlu pengambilan nya pun harus melukan gerak maju atau mundur

Pengunaan Efek Superimpose ini pun yang memuat mata kita saat menonton nya pun menjadi terkesan yang paling sering digunakan. Teknik ini memadukan dua gambar atau lebih dalam satu frame. Satu lagi teknik yang populer pada era silam, yakni dengan layar proyeksi atau sering disebut back dan front projection, sebuah teknik yang memungkinkan pengambilan gambar di studio tanpa harus ke lokasi sebenarnya
Bagi saya, Chapter 2 sebuah long shot. Bidikan yang jarak jauh yang memungkinkan kita melihat siapa John dengan latar lebih luas. Chapter 2 menggambarkan dengan efektif jagoan kita ini sebenarnya hidup di dunia macam apa dan bagaimana tiga sifat john terbentuk, tiga sifat John tergambar jelas berkat kontribusi karakter pendukung yang bermain prima.
Belajar sinematografi dengan menonton film ini sangatlah rekomended untuk kalian. Buat kalian yang belum merasakan untuk menonton film ini saya saran untuk wajib menonton Film JOHN WICK : CHAPTER 2

Saya gak minta analisis film di tugas quis ini Richo
BalasHapus